INFO ISLAMI

Dapatkan info-info seputar islam disini,follow twitter @moslemmuslimah and Like fb: moslemmuslimahshop

Produk Terbaru Ramadhan 1438 H ~ Lebaran 2017

Produk-produk terbaru untuk ramadhan 1438 H dan lebaran 2017, dapatkan segera promo special,follow IG : moslemmuslimahshop, G+ : +Moslemmuslimah, twitter @moslemmuslimah and Like Fan page (FB): moslemmuslimahshop

Produk Mukena

Koleksi Mukena untuk persiapan ramadhan dan lebaran

Get special discount in "International Hijab Day, 4 September" at MosLemMusLimah ShoP

dapatkan diskon dan penawaran menarik setiap peringatan Hari Hijab Internasional @MosLemMusLimah Shop

Back To Work

Dapatkan koleksi back to work di moslemmuslimah.shop, bekerja jadi nyaman dan shari'i

Showing posts with label tips. Show all posts
Showing posts with label tips. Show all posts

Saturday, June 17, 2017

Amalan 10 Hari Terakhir Ramadhan

10 Hari Terakhir Ramadhan merupakan hari-hari yang istimewa, selain utamanya ada Malam-malam Lailatul Qadar, Hikmah di balik meningkatnya volume ibadah Nabi saw itu adalah karena sepuluh hari yang terakhir ini merupakan penutup bagi bulan Ramadhan, sedangkan amal perbuatan itu tergantung pada penutupannya atau akhirnya.

Berikut ini adalah amal-amalan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW di sepuluh hari yang terakhir :

Pertama, menghidupkan malam.
Menghidupkan malan di sini mengandung kemungkinan bahwa beliau menghidupkan seluruh malamnya atau kemungkinan pula beliau menghidupkan sebagian besar darinya. Aisyah ra berkata:
“Tidak pernah aku melihat beliau (Nabi SAW) melakukan ibadah pada malam hari hingga pagi harinya dan berpuasa selama satu bulan penuh kecuali di bulan Ramadhan.” (HR. Muslim)
Kedua, Membangunkan keluarganya.
Amalan kedua ini menjelaskan bahwa Rasulullah SAW membangunkan keluarganya untuk mengerjakan shalat sunnah pada malam-malam sepuluh hari yang terakhir.
Padahal, hal demikian tidak beliau lakukan di malam-malam yang lain.

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib: ia berkata: “Rasulullah SAW membangunkan keluarganya di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Turmudzi)
Ketiga, “mengencangkan ikat pinggang”.
Maksudnya, beliau menjauhkan diri dari menggauli istri-istrinya.
Diriwayatkan bahwa beliau tidak kembali ke tempat tidurnya sampai rampungnya bulan Ramadhan.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Anas disebutkan bahwa beliau melipat ranjangnya dan menjauhkan diri dari menggauli istri.

Namun, jika diri Anda sedang ‘bergejolak’ tentunya lebih baik Anda menunaikan ‘hajat’ terlebih dahulu, barulah Anda kembali fokus dalam menghidupkan malam-malam di sepuluh hari yang terakhir ini.
Keempat, mandi antara Maghrib dan Isya.
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Aisyah, ia berkata:
“Di bulan Ramadhan, Rasulullah biasanya tidur dan bangun malam, namun jika telah masuk sepuluh hari terakhir, beliau mengencangkan ikat pinggang, menjauhi istri-istrinya, dan mandi di waktu antara Magrib dan Isya.”
Hikmah yang bisa dipetik dari amalan ini adaah untuk menghadirkan kesegaran dan kebugaran pada tubuh sehingga kuat dalam memburu malam demi malam untuk meraih malam yang lebih baik dari seribu malam, Lailatul Qadar.
Amalan kelima bisa dilakukan, kecuali oleh Anda yang memiliki rekam jejak penyakit tulang dan persendian seperti encok, rematik, dan sebagainya.
Kelima, Iktikaf.
Aisyah berkata:
“Nabi SAW melakukan iktikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan sampai beliau meninggal. Kemudian, istri-istrinya yang melakukan iktikaf sepeninggal beliau.” (HR. Bukhari-Muslim)
عَÙ†ْ عَائِØ´َØ©َ رَضِÙŠَ اللهُ عَÙ†ْÙ‡َا، Ù‚َالَتْ: Ùƒَانَ رَسُولُ اللهِ صَÙ„َّÙ‰ اللهُ عَÙ„َÙŠْÙ‡ِ ÙˆَسَÙ„َّÙ…َ، «Ø¥ِذَا دَØ®َÙ„َ الْعَØ´ْرُ، Ø£َØ­ْÙŠَا اللَّÙŠْÙ„َ، ÙˆَØ£َÙŠْÙ‚َظَ Ø£َÙ‡ْÙ„َÙ‡ُ، Ùˆَجَدَّ ÙˆَØ´َدَّ الْÙ…ِئْزَرَ»
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Kebiasaan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam jika telah datang sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan adalah beliau menghidupkan waktu malam [dengan ibadah], membangunkan keluarga [istri-istrinya], bersungguh-sungguh dalam beribadah dan mengencangkan sarungnya.” (HR. Bukhari no. 2024 dan Muslim no. 1174)
- See more at: http://www.arrahmah.com/ramadhan/mutiara-ramadhan-20-amalan-amalan-dalam-10-hari-terakhir-bulan-ramadhan.html#sthash.eukEhIWN.dpuf


عَÙ†ْ عَائِØ´َØ©َ رَضِÙŠَ اللهُ عَÙ†ْÙ‡َا، Ù‚َالَتْ: Ùƒَانَ رَسُولُ اللهِ صَÙ„َّÙ‰ اللهُ عَÙ„َÙŠْÙ‡ِ ÙˆَسَÙ„َّÙ…َ، «Ø¥ِذَا دَØ®َÙ„َ الْعَØ´ْرُ، Ø£َØ­ْÙŠَا اللَّÙŠْÙ„َ، ÙˆَØ£َÙŠْÙ‚َظَ Ø£َÙ‡ْÙ„َÙ‡ُ، Ùˆَجَدَّ ÙˆَØ´َدَّ الْÙ…ِئْزَرَ»
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Kebiasaan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam jika telah datang sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan adalah beliau menghidupkan waktu malam [dengan ibadah], membangunkan keluarga [istri-istrinya], bersungguh-sungguh dalam beribadah dan mengencangkan sarungnya.” (HR. Bukhari no. 2024 dan Muslim no. 1174)
- See more at: http://www.arrahmah.com/ramadhan/mutiara-ramadhan-20-amalan-amalan-dalam-10-hari-terakhir-bulan-ramadhan.html#sthash.eukEhIWN.dpuf
Tujuan nabi melakukan iktikaf pada sepuluh hari terakhir ialah untuk menghentikan berbagai rutinitas kesibukannya, mengosongkan pikiran, mengasingkan diri demi bermunajat kepada Allah swt , berdzikir dan berdoa kepada-NYA.



عَÙ†ْ عَائِØ´َØ©َ رَضِÙŠَ اللهُ عَÙ†ْÙ‡َا، Ù‚َالَتْ: Ùƒَانَ رَسُولُ اللهِ صَÙ„َّÙ‰ اللهُ عَÙ„َÙŠْÙ‡ِ ÙˆَسَÙ„َّÙ…َ، «Ø¥ِذَا دَØ®َÙ„َ الْعَØ´ْرُ، Ø£َØ­ْÙŠَا اللَّÙŠْÙ„َ، ÙˆَØ£َÙŠْÙ‚َظَ Ø£َÙ‡ْÙ„َÙ‡ُ، Ùˆَجَدَّ ÙˆَØ´َدَّ الْÙ…ِئْزَرَ»
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Kebiasaan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam jika telah datang sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan adalah beliau menghidupkan waktu malam [dengan ibadah], membangunkan keluarga [istri-istrinya], bersungguh-sungguh dalam beribadah dan mengencangkan sarungnya.” (HR. Bukhari no. 2024 dan Muslim no. 1174)
- See more at: http://www.arrahmah.com/ramadhan/mutiara-ramadhan-20-amalan-amalan-dalam-10-hari-terakhir-bulan-ramadhan.html#sthash.eukEhIWN.dpuf
Semoga Allah swt memberi kita kemampuan untuk kita bisa melakukan 5 amalan yang telah dilakukan oleh Nabi SAW dalam mengisi sepuluh hari yang terakhir di bulan suci ini.
Wallahu A`alam bis Shawaab….




sumber : http://bundadontworry.wordpress.com
editor : ikesukma

Wednesday, June 7, 2017

Amalan 10 Hari Kedua Ramadhan



BANYAK kaum muslimin yang tidak mengetahui keutamaan dan hikmah 10 hari kedua Bulan Ramadan. Nabi Muhammad SAW menginformasikan di 10 hari kedua Ramadan, supaya kita mengejar ampunan (maghfiroh) Allah SWT.       
Maghfiroh itu diberikan khusus di waktu tersebut demi keselamatan orang yang berpuasa dari dosa-dosa yang telah dilakukannya sebagai bentuk kasih sayang Allah. Maka, sungguh merugi  kepada mereka yang hingga memasuki sisa waktu terakhir di 10 hari kedua Ramadan, tidak memiliki keinginan kuat menyambut tawaran ampunan Allah.
Merugi jika kita tetap asyik dalam kehidupan dunia yang penuh tipu daya. Seyogyanya kita harus khawatir terhadap siksaan Allah kelak di akhirat. Bahkan di saat kita masih di dunia pun, kita telah merasakan ketersiksaan dengan merasakan hidup yang resah dan gelisah jauh dari Allah.
Tanpa disadari, kita masih salah dalam meletakkan diri. Mestinya kita harus sadari bahwa kebahagiaan itu terdapat dari Allah semata. Jika jauh dari Allah, otomatis akan jauh dari kebahagiaan.
Sebaliknya, jika kita dekat Allah, maka hidup akan bahagia. Dan, yang perlu ditekankan bahwa  yang membuat kita jauh dari Allah adalah, akibat dosa-dosa yang kita lakukan selama ini.  Alquran menghendaki kita senantiasa berusaha memperoleh ampunan Allah.

Di dalam Surah Ali `Imran: 133 dijelaskan,  "..dan bersegeralah kamu menuju ampunan (maghfiroh) Tuhanmu."  Namun, bagaimana caranya kita terbebas dari dosa yang telah kita lakukan? Bukankah kita sendiri yang telah menyadari bahwa dengan adanya kesalahan berbuat dosa akan membuat hidup menjadi tidak tenteram?

Mungkin inilah kaitannya kenapa di Bulan Ramadan, Allah begitu sayang kepada hamba-Nya yang berpuasa untuk memberikan ampunan. Karena seorang yang berpuasa, tentunya dituntut menjalankan ibadah puasa murni untuk mencapai ridho Allah.
Di dalam hadist yang masyhur dinyatakan bahwa, "Puasa itu hanyalah untuk-Ku (Allah), maka Aku-lah yang akan membalas ibadah puasanya."

Di saat menjalankan ibadah puasa itulah sebaiknya minimal kita memohon ampun (istighfar) dengan sungguh-sungguh atas kesalahan yang telah kita lakukan, supaya Allah mengampuni dosa-dosa kita. Rasulullah SAW bersabda, "Ikutilah segera perbuatan dosamu dengan perbuatan baik, niscaya perbuatan baik akan menghapus perbuatan dosamu. Bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang mulia."
Yang perlu digarisbawahi, makna menghapus di sini tidak dengan serta merta dapat menghilangkan dosa tanpa bekas. Catatan dosa tak akan pernah dihapus oleh malaikat pencatat amal. Karena malaikat Raqib dan Atid memerlukan catatan amal sebagai laporan sejarah perjalanan hidup kita.
Kemudian, kepada Allah catatan amal itu dilaporkan saat yaumul mizan (hari penimbangan amal), sehingga sampai saat ini, catatan dosa masih tetap utuh. Permintaan istighfar kita dimasukkan dalam bagian catatan amal shalih (kebaikan).


Dengan kata lain, apabila bobot amal shalihnya (kebaikan ) melebihi kadar keburukannyanya, maka sang pendosa akan dihapuskan dari dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan yang telah dilakukannya (mendapatkan maghfiroh).

Selanjutnya, yang perlu diketahui,  menurut Imam Al Ghozali, makna istighfar bukan sekadar berarti "Maha Pengampunan Dosa." Karena, makna aslinya adalah Maha Menutupi. Dengan nama-Nya, Allah akan menutupi hal-hal yang buruk dalam diri kita dengan sesuatu yang baik, sehingga kita akan terlihat indah karena diselimuti istighfar yang kita mohonkan kepada Allah.

"Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosa mereka. Dan, siapa lagi yang mengampuni dosa selain Allah? Dan, mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui."
Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya. Dan, itulah sebaik-baiknya pahala bagi orang-orang yang beramal." (QS. Ali `Imron: 135-136). (*)

 

*sumber : http://www.tribunnews.com
editor : ikesukma

Tuesday, May 30, 2017

Ramadhan 10 Hari Pertama


 

10 Hari Pertama Ramadhan Itu "Rahmat"

Karena itu Ayo Bersama Raih Rahmat Illahi

Semangatkan untuk tilawah dan tadabur Al-Quran ya moslem muslimah







Friday, May 19, 2017

Ramadhan 1438 H - 2017



Ramadhan insyaallah sebentar lagi akan kita jumpai kembali. Kurang lebih 7 hari lagi saat itu akan tiba. Semoga umur kita diberkahi dan kita dapat melaksanakannya dengan lebih baik dari ramadhan sebelumnya. amin.

Moslem Muslimah Shop telah Update Stock Produk untuk persiapan Ramadhan sejak sekarang.
So yuk check - check kebutuhan anda dan keluarga. 
Tersedia paket seri dan grosir serta reseller, contact ke moslemmuslimah.shop@gmail.com or wa +6281321865318
Produk-produk terbaru untuk ramadhan 1438 H dan lebaran 2017, dapatkan segera promo special, Follow IG : moslemmuslimahshop, G+ : +Moslemmuslimah, twitter @moslemmuslimah and Like Fan page (FB): moslemmuslimahshop

Friday, July 4, 2014

Sunnah Jum'at








Thursday, July 3, 2014

4 Proses Mencintai Al Quran

Moment Ramadhan mari kita tingkat kecintaan kita pada Al Quran

Wednesday, July 2, 2014

Tips Menutup Aurat Muslimah secara Shari'i





Sunday, June 29, 2014

Larangan Selama Berpuasa





Saturday, June 28, 2014

Marhaban Ya Ramadhan 1435 H (2014)



Monday, June 11, 2012

Cara Merawat Baju Kaftan Sifon,Katun Dan Satin


Yuk simak trik yang satu ini..
Kaftan Satin


Perawatan kain satin model bgini sebenarnya tergolong mudah koq, asal ada beberapa hal yang kudu di perhatikan dalam perawatannya.. Sebelum dicuci baiknya brendam terlebih dahulu selama kurang lebih 10 menit, jangan dicuci menggunakan mesin cuci, baikanya dikucek sedikit saja dengan ekstra lembut dan hati-hati, kemudian bilas selama 3-4 kali untuk menghilangkan sisa-sisa deterjen. Lalu jemur tanpa di peras.








Kaftan Katun

Perawatan kaftan jenis katun jauh lebih mudah lho ketimbang kaftan jenis satin..asal ada beberapa point yang gak bole di lewatkan sehinnga kita kudu teliti dan hati-hati. Sebelum mencucinya baiknya kita menteliti noda terlebih dahulu, dan cara terbaik untuk membersihkan noda adalah dengan cara mencuci menggunakan pembersih khusus penghilang noda pakaian. Sehinga noda yang bersarang pada busana kaftan berbahan katun ini bisa hilang dengan cara pencucian normal.
Kaftan Sifon


Inilah mungkin perawatan kain kaftan paling sulit dan ribet menurut saya..ketelitian dan kehati-hatian di sini sangat di butuhkan. Jika anda mencuci kain kaftan jenis ini baiknya dicuci tidak menggunakan air hangat deh..mengapa?? karena akan menyusut. Sebaiknya dicuci dengan suhu ideal 40 derajat celcius dengan mengunakan deterjen lembut seperti deterjen untuk bayi. Bila akan mencuci dengan menggunakan mesin cuci , jangan mencampur kain ini dengan bahan lainnya, karena bisa berabe dan membuatnya cepat rusak. Mencuci terlalu lama juga bisa membuat warna kainnya cepat pudar. Ada baiknya jangan menggunakan pengering cucian untuk mengeringkan bahan sifon ini. Mengeringkan dengan cara diangin-anginkan merupakan pilihan yang tepat…

Saturday, May 12, 2012

Tips Merawat Mukena Sesuai Bahan Kain


Mukena merupakan harta tersendiri bagi muslimah. Perlengkapan itu harus dijaga kesuciannya karena digunakan untuk beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Tak dipungkiri banyak wanita yang memilih mukena dengan bahan berkualitas tinggi, model yang menawan, dan berharga mahal. Semua itu dilakukan dengan harapan supaya ibadah kepada-Nya menjadi lebih baik.

Namun, penghargaan itu tak ada artinya jika Anda tak bisa merawat mukena agar tetap bersih dari najis tanpa mengurangi kualitas yang ada. Nah, kali ini Sentra Busana Muslim Online akan mengulas beberapa tips untuk merawat mukena Anda sesuai dengan bahan kainnya.

1. Tips Merawat Mukena Katun

Biasakan membaca label yang disertakan dalam produk tekstil untuk mengetahui kualitas dan perlakuan yang dianjurkan. Secara umum, kain katun cukup tahan untuk dicuci dan dikeringkan dengan mesin cuci. Warna pada bahan katun dapat bertahan lebih lama jika Anda mencucinya dengan air dingin.

Penggunaan bahan pemutih juga bisa digunakan pada bahan katun. Namun, jangan gunakan pemutih terlalu banyak karena akan merusak serat kain lebih cepat. Karena bahan katun mudah sekali kusut, maka Anda harus sering menyetrika mukena berbahan katun agar tetap terlihat rapi saat dikenakan. Penggunaan pelicin pakaian dapat memudahkan proses menyetrika.

Disamping perawatan mukena katun yang tidak sulit. Penyimpanan mukena berbahan katun juga mudah, Anda cukup menaruhnya di tempat yang tak lembab dan terhindar dari sinar matahari langsung.

2. Tips Merawat Mukena Sutra

Perlu Anda ketahui, bahwa tidak semua kain sutra bisa dicuci secara dry clean. Cara teraman adalah mencuci mukena berbahan sutra dengan deterjen yang sangat lembut (beberapa merek lokal sudah mengeluarkan produk untuk ini). Jika kesulitan menemukan deterjen jenis tersebut, Anda juga bisa menggunakan baby soap atau shampo untuk menjaga kelembaban alami kain.

Rendam mukena dalam larutan tersebut lalu bilas dengan air dingin. Hindari mengucek dan memeras mukena karena dapat merusak serat kain. Gantung di tempat yang terhindar dari sinar matahari langsung dan biarkan sampai kering (istilah jawanya, cukup diangin-anginkan saja).

Jika diperlukan, seterika mukena sutra dengan panas rendah. Terlebih dahulu lapisi permukaan yang akan disetrika dengan kain tipis. Hal ini untuk menghindarkan serat sutra dari panas langsung.
Mukena sutra harus digantung dengan hanger yang khusus. Simpan gantungan mukena di tempat yang terlindung dari sinar matahari. Beri penyerap kelembaban dan anti jamur di tempat menyimpannya.

3. Tips Merawat Mukena Parasut

Mukena parasut menggunakan bahan nylon. Pencucian dan perawatannya cukup mudah dibandingkan perawatan mukena sutra. Parasut cukup kuat dicuci dengan mesin cuci. Namun, jangan campurkan mukena ini dengan kain berbahan lain saat dicuci. Sebaiknya, hindari bahan pemutih karena parasut tidak kuat dengan bahan kimia cairan pemutih yang menyebabkan kain parasut mudah rusak.

Jika Anda mengeringkan bahan parasut dengan mesin pengering, pilih pengaturan yang paling rendah. Segera keluarkan mukena dari mesin ketika selesai karena kain parasut mudah kering. Jika terlalu kering, kain menjadi bergelombang. Untuk menghindarkan efek ini, Anda bisa menggunakan bahan pelembut saat membila.

Penyetrikaan mukena berbahan parasut sebaiknya hanya jika diperlukan saja, itu pun dengan panas rendah. Perawatan mukena parasut juga tidak sulit, cukup hindarkan mukena dari sinar matahari langsung dan simpan di tempat yang tidak lembab.

Nah, jika mukena Anda sudah bersih dan rapi simpanlah di tempat dengan kelembaban yang sesuai. Atau Anda bisa menyimpannya di tas mukena, perhatikan cara melipat mukena sehingga tidak terkesan jelek atau menggelembung pada tas. Anda juga bisa menambahkan pengharum untuk menjaga bau mukena tetap wangi dan segar.